Rabu, 14 Oktober 2015

E-Signature,Otentikasi Tanda Tangan Digital Modern



JAKARTA - Dalam implementasi sistem paperless, tandatangan tradisional dan cap masih belum dapat terpisahkan dari praktik dokumen sehari-hari. Tandatangan dan cap masih menjadi penentu keaslian dari sebuah dokumen, sehingga sering kali menjadi faktor penghambat implementasi dari sebuah sistem paperless.

Dalam praktiknya masih diperlukan proses manual yang memakan waktu panjang seperti mendistribusikan dokumen kepada yang menandatangani, pemeriksaan kertas dokumen dan proses penandatanganan dokumen kemudian kembali dilakukan digitalisasi dokumen.

Tandatangan dan cap manual juga sangat rawan di palsukan, karena metode ilmiah yang digunakan sangatlah rumit dan masih bias dipalsukan oleh para forger (pemalsu tandatangan) professional.

Tandatangan seseorang juga tidak selalu konsisten sama setiap saat. Walaupun setiap orang memiliki bentuk dan ciri khas yang unik pada tulisannya, namun tetap pada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bentuk tulisannya sehingga terlihat berbeda.

Kondisi emosi (mood), umur, maupun kondisi fisik dan kesehatan dapat mempengaruhi hasil dari tulisan yang sedang dibuat.

Meskipun begitu, karakteristik unik seperti kemiringan huruf, dan ukuran huruf, tetap dapat dianalisa untuk mengetahui keasliannya. Variasi dari sebuah tandatangan inilah yang menjadi pintu masuk seorang forger dalam melakukan sebuah pemalsuan tandatangan.

Dalam sebuah sistem paperless, autentikasi atau keaslian sebuah dokumen sangat penting dan kritikal sehingga diperlukan sebuah sistem yang dapat menjadi pelengkap sekaligus dapat mempercepat secara significant pemrosesan dokumen digital yaitu E-Signature atau biasa disebut juga Digital Signature.

Digital Signature pada dasarnya adalah sebuah proses untuk memastikan dokumen elektronik (email, spread sheet, dokumen) otentik. Otentik berarti kita dapat mengetahui siapa yang berhak mengesahkan dan tidak diubah setelah dokumen tersebut disahkan oleh yang berhak.

Digital signature bukanlah sebuah tandatangan fisik yang di scan lalu ditambahkan kedalam dokumen. Lebih dari itu sebuah tandatangan digital menggunakan teknik kriptografi yang dapat memastikan keaslian dan transparansi dari sebuah dokumen sehingga dokumen tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Pada negara-negara maju digital signature digunakan untuk berbagai macam urusan seperti pajak, kontrak pekerjaan, faktur, dan beberapa dokumen legal lainnya.

Digital signature dapat dimplementasikan dengan berbagai macam teknik dan teknologi, namun ada beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam proses implementasi digital signature :
• Solusi digital signature haruslah efektif efisien, dalam hal ini memudahkan pengguna dan proses yang singkat, sehingga tercapai tujuan dari penggunaan digital signature pada sistem paperless untuk meningkatkan daya saing.
• Signature harus divalidasi oleh pihak lain selain pembuat dokumen sehingga diperlukan trusted party (pihakterpercaya) yang biasanya disebut Certificate Authority (CA) untuk melakukan validasi dan audit terhadap digital signature. Di Indonesia sendiri harus ada sebuah badan independen yang diberikan wewenang dalam melakukan hal tersebut.
• Diperlukan Peraturan atau UU yang memperkuat posisi digital signature pada sebuah dokumen digital sehingga digital signature dapat diimplementasikan dengan luas keseluruh sistem paperless. Pemerintah Amerika sejak tahun 2000 mengeluarkan peraturan yang disebut ESign Act. Yang menyebutkan bahwa digital signature memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tandatangan tradisional.
• Diperlukan sebuah standar nasional dalam implementasi digital signature. Penyeragaman sistem ini penting untuk menjamin semua dokumen yang beredar dan ditandatangani secara digital memiliki tingkat keaslian yang sama. Peran pemerintah dan semua stakeholder memiliki peranan penting dalam hal ini.
Di masa yang akan datang, bukan hanya dokumen digital yang perlu dilindungi oleh digital signature namun semua transaksi digital harus dilindungi keasliannya dengan digital signature. Sehingga implementasi dan peraturan pendukung harus segera dapat dilakukan dalam menyongsong era Indonesia merdeka secara Digital.
**Penulis adalah PratamaPersadh, pegiat keamanan cyber dan kriptografi. Kini aktif sebagai Chairman CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), lembaga riset non-profit di bidang keamanan cyber dan komunikasi.

Sumbernya : http://techno.okezone.com/read/2015/10/14/207/1231664/e-signature-otentikasi-tanda-tangan-digital-modern

Analisa : Digitalisasi dalam implementasi sistem paperless sangat berguna bukan hanya untuk mengurangi penggunaan kertas juga sebagai pencegahan tindak penipuan dokumen dengan membuat dokumen tersebut autentik.

Hati-Hati, 10 Password Ini Rentan Dibobol



SEBUAH akun di media digital, baik email, media sosial, blog atau yang lainnya tentunya memerlukan password atau kata sandi untuk membuka atau masuk ke dalamnya. Sayangnya, banyak orang yang meremehkan kata sandi ini, sehingga mudah ditebak dan dibobol oleh orang lain.
Dari milyaran bahkan trilyunan password yang pernah dibuat oleh orang di seluruh dunia, ada beberapa password yang bisa dikatakan paling mudah dibobol. Berikut daftar 10 password yang paling mudah dibobol, berdasarkan pada berbagai data dan survei:

Password
Kata “password” sendiri sering dijadikan password. Ini merupakan pilihan banyak orang dalam memilih kata sandi.

Password1
Selain kata “password” ternyata kata “password1” menjadi pilihan kedua mayoritas orang membuat kata sandi.

123456
Password ini juga sangat umum digunakan oleh orang di seluruh dunia untuk membuat kata sandi berbagai akun.

Qwerty
Kata “qwerty,” meski tidak terlalu umum, pasti mudah diketik karena urutan hurufnya berjejer pada keyboard laptop, komputer atau smartphone.

Nama hewan peliharaan
Mungkin untuk memudahkan meingingat password menggunakan nama hewa peliharaan. Tetapi nama hewan peliharaan biasanya mudah ditebak oleh orang-orang terdekat Anda jadi pikirkan lagi sebelum menggunakannya sebagai password akun Anda.

Tempat lahir
Seperti juga nama hewan peliharaan tempat lahir juga banyak digunakan oleh sebagian orang sebagai password.

Iloveyou
Bagi orang yang sedang kasmaran atau jatuh cinta, kata-kata ini mungkin paling populer. Tapi sebaiknya hindari kata ini sebagai password Anda karena mudah ditebak oleh orang lain.

Monkey atau monyet
Bagi orang yang sering mengumpat teman atau orang lain, mungkin kata inilah yang terbersit di benak mereka saat membuat password untuk akun email, akun media sosial atau akun yang lainnya.

Nama kekasih atau suami/isteri
Sama seperti “iloveyou”, kata-kata ini terlalu populer sebagai password, terutama untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta kepada lawan jenis.

Nama pertama pengguna ditambah angka “1”
Banyak orang yang menggunakan nama pertama dari pengguna ditambah angka “1” untuk password akunnya. Padahal cara ini juga sangat mudah diketahui oleh orang lain.


Analisa : Penggunaan password yang rumit sangat di sarankan untuk menjamin keamanan dari data atau akun media social bahkan email, jadi sebaiknya kita membuat password serumit mungkin yang bahkan orang terdekat tidak bisa menebak.

Minggu, 11 Oktober 2015

Bikers! Ini, Ada Helm Pintar



Barcelona - Tak cuma ponsel, jam tangan atau TV yang punya embel-embel 'pintar'. Helm juga punya. Seperti helm pintar yang satu ini.

Helm ini sejatinya belum punya nama resmi. Ia disebut helm pintar karena punya kemampuan lebih dibandingkan helm lainnya lantaran telah dibenamkan ultra small computing platform Intel Edison.

Alat ini bekerja tandem dengan sepeda motor yang digunakan bikers sehari-hari. Perangkat Intel Edison juga harus disematkan di dalam motor.

Keduanya -- helm dan motor -- kemudian bakal saling terhubung. Petugas di booth Intel pada Mobile World Congress 2015 di Barcelona menjelaskan bahwa pengguna kemudian dapat menerima berbagai informasi dari helm pintar tersebut.

Mulai dari kondisi jalan raya, mesin, lampu sampai membuat panggilan telepon. "Namun untuk fungsi telepon Anda tetap butuh sinkronisasi ke perangkat genggam," ujarnya kepada detikINET di Fira de Barcelona, tempat MWC 2015 berlangsung.

Pengendara juga disebutkan bisa melakukan perintah lewat suara. Caranya tinggal langsung menyebutkan hal yang diinginkan, dan kemudian ia akan mendapat balasan perintah itu juga lewat suara.

Helm ini juga punya semacam lampu sein. Jadi ketika motor ingin berbelok ke kiri atau ke kanan, maka secara otomatis pula helm ini bakal mengeluarkan lampu kedap-kedip mengikuti ke mana motor akan berbelok.

Tidak disebutkan berapa untuk mendapatkan helm canggih ini. Yang pasti jangan sampai inovasi teknologi tersebut malah mengganggu konsentrasi bikers saat berkendara.

Sumbernya : http://inet.detik.com/read/2015/03/03/151843/2848192/511/bikers-ini-ada-helm-pintar

Analisa : Perkembangan teknologi memang tidak bisa di bendung mungkin di masa depan semua alat atau barang sudah ber –embel smart, dan memudahkan kita untuk menjalankan aktifitas sehari-hari.